Mengenal Igo / Go

Posted by admin On 5:05 AM 3 komentar


Igo, go, weiqi, atau baduk adalah permainan papan strategis antar dua pemain, berasal dari Tiongkok sekitar 2000 SM sampai 200 SM. Permainan ini sekarang populer di Asia Timur. Pengembangan sistem untuk bermain igo melalui Internet telah meningkatkan popularitasnya di belahan dunia lain.
Di Indonesia, nama igo dan go sama-sama digunakan. Go adalah nama Inggrisnya yang berasal dari pelafalan bahasa Jepang aksara (go), walaupun di Jepang permainan ini biasa disebut (igo). Namanya di bahasa Tionghoa yaitu  (trad.)/ (sed.) (pinyin: wéiqí) kurang lebihnya berarti "permainan papan mengelilingi (wilayah)". Nama kunonya adalah (pinyin: yì), dan juga terdaftar dalam Kamus Kangxi sebagai. Permainan ini disebut (baduk) di bahasa Korea.
Pertandingan profesional Go menggunakan papan berukuran 19x19. Walaupun begitu papan berukuran lain dapat digunakan. Pemula biasanya berlatih menggunakan papan 9x9 atau 13x13.
Dua pemain, hitam dan putih, bergiliran meletakkan batu mereka di persimpangan antara garis mendatar dan garis tegak. Batu juga dapat diletakkan di sisi dan sudut (lihat gambar). Hitam mulai lebih dulu.
Tujuan utama permainan ini adalah untuk menguasai daerah (titik) kosong sebanyak mungkin. Kita juga bisa menangkap sekelompok batu musuh dengan cara mengurungnya, yaitu menduduki semua titik kosong di sekelilingnya. Penangkapan menyebabkan batu-batu yang terkurung dikeluarkan dari papan. Hal tersebut menguntungkan penangkap, sebab tempat yang tadinya diduduki batu-batu musuh sekarang menjadi daerah kosong miliknya.
Beberapa gerakan menangkap dapat menyebabkan keadaan papan yang persis sama dengan keadaan sebelumnya. Aturan yang disebut "Aturan Ko" melarang gerakan tersebut untuk dilakukan.
Pemain juga dapat melakukan pass jika dia merasa bahwa tidak ada lagi gerakan yang menguntungkannya. Jika kedua pemain pass berturut-turut, permainan selesai.
Di akhir permainan dilakukan penghitungan nilai. Pemain dengan nilai terbanyak akan menang. Ada dua cara yang bisa dipakai untuk melakukan hal ini. Dengan cara Cina, tiap pemain mendapat nilai sebanyak titik kosong yang dia kurung ditambah dengan batu yang dia miliki di papan. Jika cara Jepang digunakan, tiap pemain mendapat nilai sebanyak titik kosong yang dia kurung ditambah dengan batu musuh yang telah dia tangkap. Secara umum, jika seseorang menang menggunakan perhitungan Cina, dia juga akan menang menggunakan perhitungan Jepang.
Cara Bermain Go
 
  • Dua pemain, hitam dan putih, bergantian meletakkan batu pada titik-titik dari papan berukuran 19x19 (19 garis horizontal dan vertikal). Hitam mulai terlebih dahulu.
  • Tiap batu harus memiliki liberti (titik bersebelahan yang kosong) agar bisa tetap berada di papan. Batu-batu berwarna sama yang terhubung oleh garis disebut rantai, dan saling berbagi liberti.
  • Saat sebuah batu atau rantai dikelilingi oleh batu-batu musuh sehingga tidak punya liberti lagi, batu atau rantai tersebut tertangkap dan dikeluarkan dari papan.
  • Jika sebuah batu tidak memiliki liberti sesaat setelah dimainkan, namun secara bersamaan menghilangkan liberti terakhir rantai lawan, maka yang tertangkap adalah rantai lawan.
  • "Aturan Ko": Sebuah batu tidak boleh dimainkan di titik tertentu, jika langkah tersebut mengulang posisi papan pada langkah sebelumnya dari pemain yang bersangkutan.
  • Pemain dapat melakukan pass sebagai alternatif dari meletakkan batu. Saat kedua pemain pass berturut-turut, permainan berakhir lalu nilai dihitung.
Nilai pemain adalah jumlah titik kosong yang hanya dikelilingi batu-batunya ditambah dengan jumlah batu musuh yang ditangkap. Pemain dengan nilai terbesar menang. (Perlu diketahui bahwa ada aturan yang menggunakan cara menghitung berbeda, namun hampir selalu memberikan hasil yang sama.) Untuk pembahasan yang lebih mendetil.
Ini adalah esensi permainan igo. Resiko tertangkap berarti batu-batu harus bekerja sama untuk menguasai wilayah, yang membuat permainannya sangat kompleks dan menarik.
Go tidak hanya memungkinkan permainan antar pemain dengan kekuatan sama (even game), tapi juga permainan handicap antar pemain dengan kekuatan berbeda.
Aspek strategis mendasar termasuk:
  • Koneksi: Menjaga koneksi antar batu-batu milik sendiri berarti lebih sedikit grup yang perlu dipertahankan.
  • Pemotongan: Membuat batu-batu lawan terpisah berarti lawan harus mempertahankan lebih banyak grup.
  • Kehidupan: Ini adalah kemampuan batu-batu untuk mencegah penangkapannya. Pada umumnya kehidupan suatu grup memerlukan paling tidak dua "mata".
  • Kematian: Ketidakmungkinan mendapatkan kehidupan, yang mengakibatkan suatu grup pada akhirnya dikeluarkan dari papan.


Gambar ini menunjukkan satu rantai hitam dan dua rantai putih. Liberti masing-masing ditunjukkan dengan titik. Perhatikan bahwa liberti bisa dibagi antar rantai. Jika putih bermain di tempat di mana kedua rantainya berbagi liberti, maka kedua rantai tersebut akan terhubung menjadi satu.
Jika putih bermain di A, rantai hitam akan kehilangan liberti terakhirnya, sehingga tertangkap dan dikeluarkan dari papan.

Sejarah Singkat Go
Go muncul di Cina sekitar 4000 tahun yang lalu, yang berarti bahwa Go adalah permainan papan tertua yang masih dimainkan sampai sekarang. Menurut legenda, Go dibuat oleh Kaisar Cina untuk melatih anaknya kedisiplinan, konsentrasi, dan keseimbangan. Anak tersebut pada akhirnya menjadi pemain hebat pertama dan kaisar yang baik. Ada juga yang menyebutkan bahwa permainan ini muncul karena dulu pemimpin-pemimpin perang Cina menggunakan batu-batu untuk merencanakan penyerangan.
Permainan ini masuk Jepang sekitar abad ke 7. Mulai abad ke 13, permainan ini banyak dimainkan oleh rakyat Jepang. Akhirnya di abad ke 17 didirikan perguruan-perguruan Go oleh pemerintah. Di masa ini teknik dan strategi bermain Go berkembang pesat, dan perguruan Honinbo menjadi perguruan Go terkuat. Karena restorasi Meiji subsidi pemerintah dihentikan tapi permainan ini terus berkembang di Jepang.
Go masuk ke barat cukup telat sehingga baru mulai digemari dan berkembang pesat di abad ke 20. Karena itulah pemain-pemain terkuat saat ini berasal dari Asia, terutama Korea, Jepang, dan Cina. Baru-baru ini (tahun 2000) Michael Redmond yang menjadi pemain profesional di Jepang mencapai tingkat tertinggi "dan 9", menjadikannya pemain barat pertama yang meraih tingkat tersebut.
Di Cina permainan ini disebut Weiqi, di Jepang disebut Igo, dan di Korea disebut Baduk. Secara global, saat ini lebih banyak orang yang bermain Go dibandingkan dengan Catur.
Di Indonesia pernah ditayangkan anime berjudul Hikaru no Go. Sekarang juga sudah muncul komiknya dengan judul Hikaru's Go yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Di Jepang, Hikaru no Go telah mempopulerkan Go bagi kalangan anak muda.
Di Indonesia pernah diadakan pertandingan Go untuk para pemula yaitu Beginner's Cup 2005. Indonesia juga mengirim seorang wakil untuk World Amateur Go Championship ke 26. Organisasi Go tingkat nasional yang telah berdiri di Indonesia adalah PII (Persatuan Igo Indonesia).
Untuk melihat berita-berita Go dalam negeri, kunjungi http://www.igoindonesia.org

  1. hanayeol says:

    invite you to my baduk blog
    http://hanayeol.blogspot.com

    Balas Komentar
  2. wah.. ada blog tentang igo lg ne..
    moga igo di indonesia makin luas n berkembang ya..

    Balas Komentar
  3. Saya pemain igo sudah beberapa tahun main, permainan catur Igo ini seru banget kalo sudah ngerti mainnya.

    Bagi yang tertarik dan mau bertanya seputar catur Igo boleh lewat facebook saya di fb.com/ayoigo

    Trims! :D

    Balas Komentar

Post a Comment

|AM| Mohon kritik & saran untuk perkembangan blog ini & hubungi saya jika ada broken link. Terima kasih... |AM|