Bangga Dengan Komik Indonesia

Posted by admin On 6:49 PM 0 komentar


Fenomena membanjirnya komik-komik jepang & cerita-cerita luar negeri di Indonesia yang melanda para pembaca komik khususnya remaja telah menenggelamkan kreatifitas komik indonesia, serta beberapa Studio Komik juga pernah membuat karya-karya yang berciri aliran Jepang.
Tapi jika kita sedikit menengok sejarah komik indonesia bahwa Indonesia juga punya komik-komik yang menarik.
Indonesia sendiri mulai menggemari komik pada tahun 1965. Pada masa itu, komik-komik berisi cerita legenda atau wayang sudah membanjir di daerah Medan dan Bandung.
Jaka Sembung, yang di tahun ‘70-an sangat populer dan sempat menjadi bacaan remaja serta orang tua. Namun, sejalan dengan perkembangan zaman, komik-komik tersebut sudah sangat jarang ditemui di toko buku. Padahal, menurut DjairWarni yang adalah pembuat komik Jaka Sembung, pada tahun ‘70-an, komik setebal 64 halaman dihargai dengan setengah gram emas atau Rp 100-150.



Membuat komik dulu, tutur Djair, tidak semudah sekarang. Pada masa itu, sangat jarang anak-anak membaca komik. Kini, sangat mudah ditemui anak-anak membaca komik dengan gambar yang sangat bagus.
Seperti yang kita ketahui keunggulan komik Jepang adalah gambar-gambar yang menarik dan tidak membosankan serta animasi yang bermain. Tidak itu saja, mereka juga membuat film dari komik-komik tersebut.

Meskipun demikian, komik Indonesia sebenarnya tidak pernah mati. Penggemar komik Indonesia ternyata masih ada kendatipun belum jelas seberapa besar populasi mereka. Beberapa orang yang setia kepada komik lokal masih menekuni komik lokal serta beberapa generasi muda juga masih ada yang tertarik untuk menjadi pembuat komik. Sementara sebagian lainnya masih menerbitkan komik-komik lokal, baik komik-komik lokal lawas ataupun komik-komik lokal baru.

Kebanyakan para penebit komik lokal itu masih tergolong penerbit indie, dimana mereka masih lemah pada aspek permodalannya, meskipun kualitas komik-komik yang dihasilkan tidak kalah mutunya dengan komik-komik luar negeri yang diterbitkan oleh penerbit besar. Mereka pun kesulitan untuk mempromosikan, mendistribusikan dan menjual komik-komik mereka karena jalur-jalur utama distribusi komik dikuasai oleh sedikit toko buku besar di mal-mal dan pusat perbelanjaan lainnya, dan toko-toko buku besar itu umumnya menjual komik-komik dari luar negeri. Komik-komik lokal yang dijual di toko-toko buku itu tenggelam dalam tumpukan komik-komik luar negeri karena komik-komik lokal kalah jauh dalam segi kuantitasnya.

Tapi perlu kita ketahui bahwa komik-komik indonesia sangat kental dengan kebudayaan, sejarah & latar belakang indonesia seperti komik Si Buta dari Gua Hantu, Gundala, Godam, Jaka Sembung, si Tolol, Wayang Mahabharata, Ramayana, Wayang Purwa, Dagelan Petruk-Gareng, Cerita Silat saduran Gan KL, OKT, Gan KH, Tjan ID, Cerita Silat Kho Ping Hoo dan masih banyak lagi.
Salah satu hal yang kita perlu bangga dengan komik-komik karya indonesia yang tidak terbawa oleh gaya & cerita-cerita luar negeri diisamping dengan kualitas gambar yang lebih variatif dan eksperimental.



Sumber: Berbagai sumber

Post a Comment

|AM| Mohon kritik & saran untuk perkembangan blog ini & hubungi saya jika ada broken link. Terima kasih... |AM|